Tidak ada anak yang lebih spesial dari anak lainnya, karena semu anak itu spesial, TERMASUK KAMU.
Pertama, ARA akan jelasin dulu apa itu Taare Zamen Par. Jadi, Taare Zamen Par itu adalah judul dari sebuah film india yang rilis pada tahun 2007. FYI nih guys, menurut sumber yang ARA baca, film yang tepatnya rilis pertama kali pada tanggal 21 Desember 2007 ini menjadi film yang terlaris pada saat itu dan mendapat banyak penghargaan.
Tapi ARA percaya sih dengan penyataan tersebut, karena film ini memang beneran bagus dan tidak cuma menghibur tetapi juga memberi pesan moral yang ditujukan tidak hanya untuk orang tua yang memiliki anak dengan disleksia tetapi juga semua kalangan terutama yang merasa dirinya memiliki kekurangan atau kelemahan dan merasa minder dengan kekurangan yang kalian punya.
Sebelum masuk dalam ulasan film ini guys, sesuai dengan pertanyaan diatas, Happy akan sedikit menjelaskan tentang Disleksia (dyslexia).
"Disleksia yang dalam bahasa inggrisnya dyslexia adalah sebuah gangguan dalam perkembangan baca-tulis yang umumnya terjadi pada anak. suatu gangguan proses belajar, di mana seseorang mengalami kesulitan membaca, menulis, atau mengeja. Penderita disleksia akan mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi bagaimana kata-kata yang diucapkan harus diubah menjadi bentuk huruf dan kalimat, dan sebaliknya.Penderita disleksia secara fisik tidak akan terlihat sebagai penderita. Disleksia tidak hanya terbatas pada ketidakmampuan seseorang untuk menyusun atau membaca kalimat dalam urutan terbalik tetapi juga dalam berbagai macam urutan, termasuk dari atas ke bawah, kiri dan kanan, dan sulit menerima perintah yang seharusnya dilanjutkan ke memori pada otak."
untuk lebih lanjut mengenai disleksia kalian bisa baca di sini.
Nah~ udah pada kebayangkan garis besar dari film Taare Zameen Par ini. Kalau gitu ARA langsung ulas aja ya film ini.
Ishaan yang diperankan oleh Darsheel Safary adalah seorang anak berumur 9 tahun yang duduk dikelas 3. Ishaan merupakan murid yang tidak memiliki nilai bagus disemua mata pelajaran kecuali seni. Sedangkan kakak laik-lakinya, yohaan, merupakan siswa teladan yang memiliki niali sempurna di semua mata pelajaran. tapi bahkan ishaan pernah tidak naik kelas karena nilainya. Para guru yang mengajar pun mengeluhkan nilai ishaan yang tidak berubah.
Ada adegan dalam film dimana saat ujian matematika ishaan hanya bisa menjawab satu nomor soal saja saja dari semua soal ujian, dan itupun jawabannya salah hahaha. Ishaan menjawab satu nomor soal itu dengan menggunakan imajinasinya. 3x9=.... coba tebak Ishaan menjawabnya berapa dengan membayangkan angka itu dalam imajinasinya?
Ok lanjut ya guys. Kedua orang tua Ishaan dan juga para guru tidak mengerti kenapa Ishaan sama sekali tidak ada kemajuan dalam setiap mata pelajaran. Setelah itu, kedua orang tua Ishaan dipanggil untuk menemui kepala sekolah dan juga guru yang mengajari Ishaan. Kepala sekolah menyampaikan bahwa Ishaan mungkin adalah anak yang berbeda dari yang lain dalam artian memiliki kebutuhan khusus, dan menyarankan orang tuanya untuk memindahkan Ishaan ke sekolah kebubutuhan khusus. Ishaan terancam akan dikeluarkan jika tidak ada perubahaan.
Selama perjalanan pulang, mereka tidak percaya bahwa kepala sekolah mengatakan anaknya memiliki keterbelakangan mental atau berkebutuhan khusus. Akhirnya ayahnya memutuskan untuk memindahkan Ishaan ke sekolah berasrama yang jauh dari rumah. Ishaan pun pindah sekolah ditengah semester, dan untuk pertama kalinya ia hidup sendirian dan jauh dari ibunya. FYI guys, ayah Ishaan ini mempunyai karakter yang keras terutama pada Ishaan karena kenakalan dan tingkahlaku Ishaan. Bahkan ayahnya pernah menampar Ishaan saat anaknya ini membuat masalah dengan anak tetangganya, tetapi sebenarnya dia menyayangi anaknya. Setelah pindah sekolah, Ishaan masih tidak ada perubahaan dan selalu kena marah oleh gurunya. Ishaan pun mulai ketakutan dan merasa tertekan
.
.
WARNING!!Mulai dari sini mungkin kalian butuh tissu guys, karena masalah demi masalah mulai muncul dan terungkap setelah Ishaan pindah sekolah asram dan berhasil buat ARA nangis. Masalah terberat buat Ishaan karena tidak bisa membaca dan menulis ini akhirnya membuat dia seolah telah kehilangan minatnya pada apapun termasuk kesukaan dan keahliannya untuk menggambar pun hilang karena masalah ini.
Ok,lanjut ke bagian akhirnya nih guys. Setelah mengetahui masalah yang dialami Ishaan, Ram pun pergi kerumah Ishaan untuk bertemu orang tuanya. Disana Ram menjelaskan persoalan yang dialami oleh Ishaan, dan menjelaskan bahwa yang dialami Ishaan ini disebut Disleksia. Disini pula Ram akhirnya mengetahui bakat Ishaan dalam melukis setelah melihat lukisan yang dibuat Ishaan didinding kamarnya dan di kertas gambar, bahkan gambar beruntun perpisahaannya dengan keluarganya saat ia harus pergi ke sekolah asrama dan menara kertas yang dibuat olehnya. kalian juga pasti bakal ngerasain kesan wah pada gambar Ishaan yang hanya berusia 9 tahun, yang mungkin kalian enggak akan bisa mempunyai ide gambar seperti itu pada saat kalian seusia Ishaan.
Setelah dari sana, Ram bertekat untuk mengajari Ishaan membaca dan menulis tentunya dengan metode yang berbeda dan menyenangkan. Ram mengajarkan angka, huruf, cara mengeja, dengan cara dan metode pembelajaran yang tidak biasa dan menyenangkan untuk Ishaan yang suka berimajinasi.
Untuk ending nya gimana Happy?? Ok, cerita ini memiliki happy ending guys. Akhirnya Ishaan mulai melukis lagi dan lukisannya jadi sampul buku sekolahnya loh. jadi di akhir cerita Ram ngadain kompetisi menggambar untuk murid, kaeyawan dan para guru. Dalam bagian ini tingkah para guru yang ikut serta dalam lomba gambar ini bikin ketawa ^.^
Film ini rekomended banget deh buat ngisi waktu luang kalian, bikin ketawa juga bikin nangis tapi memberi makna. seperti keterangan yang ada diposternya every child is special.
Masih ragu? nih ARA kasih trailernya guys.... Selamat nonton ^.^


Komentar
Posting Komentar